<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3448178888411514626</id><updated>2011-10-13T07:54:10.098-07:00</updated><category term='anakku'/><category term='Rumah Penuh Cinta'/><category term='kontemplasi'/><category term='sajak-sajak izzatul jannah'/><category term='TQI'/><title type='text'>izzatuljannah</title><subtitle type='html'>Begitulah kata-kata ia menunjukkan siapa dirimu dan bagaimana takdirmu</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://izzatuljannahku.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3448178888411514626/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://izzatuljannahku.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>IZZATUL JANNAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03327959712984494778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i213.photobucket.com/albums/cc20/intan_savitri/aku.png'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>7</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3448178888411514626.post-7236646931161087094</id><published>2007-11-21T05:21:00.000-08:00</published><updated>2007-11-21T05:35:57.024-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sajak-sajak izzatul jannah'/><title type='text'>Sajak-sajak Izzatul Jannah</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Politik&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;jadi begini,&lt;br /&gt;minyak dan air tidak bisa menyatu&lt;br /&gt;yang ini pasti kau sudah tahu&lt;br /&gt;entah jika kau sedikit dungu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadi, jangan kau namai&lt;br /&gt;minyak dengan air&lt;br /&gt;minyak adalah minyak&lt;br /&gt;air adalah air&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi aku ingin&lt;br /&gt;menyalakan api dengan air&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bolehlah, namai saja&lt;br /&gt;dengan minyak&lt;br /&gt;mungkin ia akan nyala barang sekejap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Ikhwan dan Dunia&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia, kata Ikhwan&lt;br /&gt;seperti bagal&lt;br /&gt;yang mati dan&lt;br /&gt;membusuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan,&lt;br /&gt;lebih mirip apel&lt;br /&gt;yang berbiji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau belah dagingnya&lt;br /&gt;lalu mata binarmu&lt;br /&gt;menguak benihnya&lt;br /&gt;Kau tanam dengan peluh,tangis dan darah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ada rizki syahid kelak&lt;br /&gt;tak akan kau was-was sebab ikhwan lain telah menunggu giliran&lt;br /&gt;memetik buahnya dan menguak biji dengan binar matanya&lt;br /&gt;ditanam di ladang yang lain&lt;br /&gt;lalu, sirami pula dengan peluh, tangis dan darah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika nanti tiba&lt;br /&gt;hari yang dijanji&lt;br /&gt;aku separuh yakin&lt;br /&gt;kau masih sempat selipkan benih dalam rahim bumi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;Ode Malam di Prambanan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;datang kepadamu&lt;br /&gt;bersama malam dan rintik hujan&lt;br /&gt;dari rumah derita&lt;br /&gt;bernama jogjakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ia tak lagi ramah&lt;br /&gt;berteriak "Lapar!"&lt;br /&gt;mata bengis dan kepedihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku cuma haus katanya&lt;br /&gt;ia pun merangkak&lt;br /&gt;merayapi jemariku&lt;br /&gt;membagi sepotong biskuit&lt;br /&gt;untuk dua puluh tangan yang tengadah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku menangis darah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;Rindu Padamu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kitalah yang membuka huma&lt;br /&gt;menanam segala&lt;br /&gt;bunga bernama derita&lt;br /&gt;menanam segala tunas&lt;br /&gt;bernama nelangsa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengarlah suara radio yang serak&lt;br /&gt;dan redam&lt;br /&gt;"para pengungsi terpaksa makan batu kali"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh. Aku melihatmu&lt;br /&gt;di sisi kiriku. menyanyikan lagu kepedihan&lt;br /&gt;dan puisi kemarahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;marah padaku?&lt;br /&gt;Tidak. Pada-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;Cinta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku selalu berdebat denganmu tentang itu. Ia tidak terdefinisikan katamu. Ia bisa dilihat, diraba, diperkirakan, dinamai, diukur, kataku. Tidak katamu. Iya kataku. Lalu kau begitu saja menggelarku di padangmu, seperti peta. Ini bukan peta buta desahku. Iya, bisikmu.&lt;br /&gt;Ini cinta&lt;br /&gt;Itu cinta&lt;br /&gt;Ini cinta&lt;br /&gt;Itu juga&lt;br /&gt;Biar kutanam cinta disini, katamu. Jangan, disini saja, ini juga tempat cinta bersemayam. Kutunjuk hatiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.44 Ahad, 11 Juni 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3448178888411514626-7236646931161087094?l=izzatuljannahku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://izzatuljannahku.blogspot.com/feeds/7236646931161087094/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3448178888411514626&amp;postID=7236646931161087094&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3448178888411514626/posts/default/7236646931161087094'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3448178888411514626/posts/default/7236646931161087094'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://izzatuljannahku.blogspot.com/2007/11/sajak-sajak-izzatul-jannah.html' title='Sajak-sajak Izzatul Jannah'/><author><name>IZZATUL JANNAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03327959712984494778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i213.photobucket.com/albums/cc20/intan_savitri/aku.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3448178888411514626.post-2319260082553424354</id><published>2007-11-21T04:54:00.000-08:00</published><updated>2007-11-21T05:07:56.764-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rumah Penuh Cinta'/><title type='text'>A garden of heart</title><content type='html'>&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;A Garden of Heart&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Mas Banu sayang,&lt;br /&gt;Apa yang terlintas di pikiranmu jika kusebut angka 12?  Ia adalah angka yang nyaris menuju angka 13 yang sering disebut ‘sial’ itu bukan? Kau pasti ingat film Friday the Thirteen, film horror setiap hari jum’at itu, ilusi rasa takut yang diciptakan Hollywood dan di kapitalisasi ke seluruh dunia, lalu demi mencicipi rasa takut itu kita membayar mahal, ratusan ribu. Hmm, jadi apakah angka 12 adalah satu tahap sebelum rasa takut? Haha. Aku tentu saja tidak percaya semua itu sayangku, sebab rasa takut, cinta, bahagia, kecewa, sedih, duka, lara, marah, jijik semua ternyata berasal dari kita sendiri. Ada semacam efek kimiawi yang kita ciptakan dari pengalaman hidup kita, dari kehidupan masa kecil kita, dari respon-respon orang-orang terdekat kita terhadap perilaku kita, lalu itu menjadikan kita memiliki karakter tertentu, kepribadian tertentu, yang unik, satu-satunya, yang berbeda sama sekali walaupun dengan saudara kembar kita, sebab kita tidak mungkin menciptakan pengalaman yang sama dan sebangun bukan? Lalu, apakah karena pandangan ini, Intan termasuk penganut psikologi humanis eksistensialis sebagaimana  Carl Rogers, Rosseau, Erich Fromm, atau Jean Paul Sartre, what ever-lah.., aku ini lebih banyak multi approach-nya, daripada single approach. Atau teman-teman penggemar ilmu sosial mengatakan pendekatan eklektik. Pasti kau bilang ”Dasar, bunglon!” Hehe.. mungkin bisa dikatakan dengan cara lebih positif, aku ini orang yang adaptif, haha.&lt;br /&gt;Jadi, begitulah masku sayang..&lt;br /&gt;Pada tahun ke-12 perkawinan kita ini, justru bukan rasa takut yang tercipta, tetapi rasa cinta yang kita ciptakan. Kau perhatikankah bedanya? Kubilang rasa takut itu tercipta, jadi itu berarti tanggungjawabnya bukan pada kita, it’s blooming  automatically because our past experience, tetapi kita bisa melawannya dengan menciptakan cinta. Indah bukan? Menciptakan, kata Ibnu Rusyd, berarti menggabungkan materi dengan bentuknya, atau mengaktuliasikan potensi menjadi aktus, lalu kita bertanggungjawab terhadap penciptaannya (yang terakhir ini tambahanku).Tanggungjawab berarti pula mengambil seluruh peran untuk memeliharanya, menumbuhkannya, mengembangkannya, memupuknya, sehingga ia akan terus mengada dalam aktusnya. Penciptaan bukan berasal dari ketiadaan, is not creatio ex nihilo, ia berasal dari sesuatu yang ada, dan terus-menerus ada. Jadi sesungguhnya menciptakan ”cinta” berarti mengadakan DIA, yang terus-menerus ada.&lt;br /&gt;Rasa takut terhadap apakah yang kadang tercipta di usia perkawinan ke 12, mas sayang? Rasa takut bosan, rasa takut kehilangan, rasa takut tak mampu memenuhi kebutuhan pasangan, dan sebagainya-dan sebagainya. Tetapi karena kita adalah manusia, that have a goodness of humanature, Kata Rosseau ,  Laqad khalaqnal insana fii ahsani taqwim, kata Qur’an. So, we would create love!, kata Fromm. “I Would!” itu kataku.&lt;br /&gt;Dari mana kita menciptakannya, mas? Dari sini, dari tempat kita menumbuhkan dan mengembangkan  kepribadian kita, terus-menerus, tempat itu bernama ”taman hati”, a garden of heart.&lt;br /&gt;Di usia perkawinan kita yang ke 12 ini, di usiaku yang ke 35 tahun ini, di semester terakhirku mengerjakan tesis ini, aku semakin mengerti mengapa aku mencintaimu, Sebab aku menciptakannya di dalam taman hatiku, menciptakan cinta untukmu. Maukah kau juga menciptakannya terus-menerus untukku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta Padamu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini telah dimuat di buku : Rumah Penuh Cinta, bersama Afifah Afra dan Muthi Masfufah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3448178888411514626-2319260082553424354?l=izzatuljannahku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://izzatuljannahku.blogspot.com/feeds/2319260082553424354/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3448178888411514626&amp;postID=2319260082553424354&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3448178888411514626/posts/default/2319260082553424354'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3448178888411514626/posts/default/2319260082553424354'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://izzatuljannahku.blogspot.com/2007/11/garden-of-heart.html' title='A garden of heart'/><author><name>IZZATUL JANNAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03327959712984494778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i213.photobucket.com/albums/cc20/intan_savitri/aku.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3448178888411514626.post-5230861427528042761</id><published>2007-11-15T19:41:00.001-08:00</published><updated>2007-11-15T19:41:59.674-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3448178888411514626-5230861427528042761?l=izzatuljannahku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://izzatuljannahku.blogspot.com/feeds/5230861427528042761/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3448178888411514626&amp;postID=5230861427528042761&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3448178888411514626/posts/default/5230861427528042761'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3448178888411514626/posts/default/5230861427528042761'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://izzatuljannahku.blogspot.com/2007/11/blog-post.html' title=''/><author><name>IZZATUL JANNAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03327959712984494778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i213.photobucket.com/albums/cc20/intan_savitri/aku.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3448178888411514626.post-1875781525012131589</id><published>2007-11-15T19:33:00.001-08:00</published><updated>2007-11-15T19:41:47.797-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TQI'/><title type='text'>Tawa Para Guru Terbaik</title><content type='html'>&lt;span style="color:#990000;"&gt;Teacher Quality Improvement&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;Sebuah program dari TITIAN MASA DEPAN Foundation, yang bekerjasama dengan Reach Out To Asia Foundation (ROTA) dan QATAR Foundation, yang mengabdikan diri pada peningkatan kualitas guru di Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;Saya berada di dalamnya, bekerja bersama-sama dengan orang-orang terbaik dari fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada: Prof. Djamaludin Ancok, Ph.D, Neila Ramdhani M.Ed.M.Si., Mustaqfirin, Psi.M.Si, Adi Cilik, S.Psi. M.Si, dll&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;Mereka para profesional yang berdedikasi tinggi..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;Learn a lot from them..&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3448178888411514626-1875781525012131589?l=izzatuljannahku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://izzatuljannahku.blogspot.com/feeds/1875781525012131589/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3448178888411514626&amp;postID=1875781525012131589&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3448178888411514626/posts/default/1875781525012131589'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3448178888411514626/posts/default/1875781525012131589'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://izzatuljannahku.blogspot.com/2007/11/tawa-para-guru-terbaik.html' title='Tawa Para Guru Terbaik'/><author><name>IZZATUL JANNAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03327959712984494778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i213.photobucket.com/albums/cc20/intan_savitri/aku.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3448178888411514626.post-4407513385754340975</id><published>2007-10-25T22:21:00.000-07:00</published><updated>2007-10-25T22:23:24.960-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kontemplasi'/><title type='text'>Meaning</title><content type='html'>&lt;span style="color:#990000;"&gt;MEMBERI MAKNA-MAKNA&lt;br /&gt;Oleh: Izzatul Jannah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Alangkah bahagianya seorang laki-laki&lt;br /&gt;yang memiliki istri sebait puisi&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sepotong kalimat yang nyasar di ponsel saya. Jika Anda menjadi saya, apakah yang Anda pikirkan pada saat itu? Jika Anda seorang perempuan  dan Anda seorang yang cukup sensitif terhadap kata-kata indah, mungkin Anda akan Gede Rasa dan mengira seseorang (yang Anda asumsikan laki-laki karena ia berbicara tentang istri) yang menuliskan itu bermaksud mengatakan bahwa: ia menginginkan seorang istri dan istrinya haruslah indah dan dalam seperti makna sebait puisi, dan mungkin ia adalah Anda (sebab kalimat itu muncul di ponsel Anda, bukan?). Tetapi jika Anda seorang perempuan yang tidak mengerti puisi dan menganggap dunia imajinatif dan kata-kata romantis adalah &lt;em&gt; wasting time,&lt;/em&gt; mungkin Anda akan langsung menghapus kalimat itu, mungkin sambil sedikit menggerutu.&lt;br /&gt;Nah, bagaimana jika Anda adalah seorang pria lajang yang belum menikah, mungkin  Anda akan berpikir hal yang sama dengan si penulis kalimat, atau sebaliknya bertanya mengapa harus puisi? Mengapa bukan seindah taman surga, atau secantik bidadari? Karena Anda tidak mengerti puisi. Tetapi satu pertanyaan menggelitik, tepat jugakah perumpamaan seindah taman surga atau secantik bidadari, karena sesungguhnya Anda belum pernah melihat kedua-duanya?&lt;br /&gt;Tahukah Anda, betapa kata-kata, kalimat-kalimat, sesungguhnya begitu tulus, jernih, murni dan netral, lalu kitalah yang memberikan makna-makna, tafsiran-tafsiran sesuai pengalaman kita, sesuai cara pandang subyektif kita, sikap dan nilai-nilai pribadi kita, sesuai konteks fisiologis dan psikologis kita, bahkan sesuai dengan gender kita. Begitulah kehidupan kita sehari-hari, dalam hitungan waktu dan ukuran ruang, kita sibuk memaknai kata-kata, kalimat-kalimat sesuai dengan diri kita sendiri.&lt;br /&gt;Saya menjadi teringat dengan kata-kata seorang filosof eksistensialis, Kierkeegard, ia mengatakan, ” Bukan individu yang melahirkan kata-kata, tetapi kata-katalah yang melahirkan individu”. Saya rasa ada benarnya juga, karena kata-kata yang kita maknai secara pribadi itulah yang kemudian membentuk kita.&lt;br /&gt;Lalu dalam konteks kehidupan kita sebagai da’i, alangkah sering segala pemaknaan&lt;br /&gt;Itu kita lakukan dan acapkali jika kita tidak menjaga jarak yang obyektif terhadapnya maka kita akan terpuruk pada prasangka, terjerumus pada ketakutan, kekhawatiran, terjerat pada kesedihan, sebab kita membiarkan kata-kata meringkus kita menjadi kerdil dan sempit. Ketika kita mendengar kata-kata tidak enak dari anak-anak kita misalnya, ”Uh,ummi nakal, aku tidak sayang ummi” kita akan menjadi sedih dan kecewa, karena kita memaknainya dengan  penolakan, ketidakcintaan dan mungkin kebencian. Kita lupa bahwa si anak memiliki konteks fisiologis, psikologis, dan cara berpikir sendiri yang tidak bisa dilepaskan yang tidak bisa dilepaskan dari ruang dan waktu.&lt;br /&gt;Sebaliknya, jika kita cukup cerdas, boleh jadi kita akan menggunakan keajaiban pemaknaan kata-kata itu sebagai sarana diplomasi dan perang pemikiran. Sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW ketika ia ditanya oleh seorang kafir, ”Min aina anta?” Rasulullah menjawab, ”Min maa’”. Jawaban yang cerdik dan genial bukan? Seberapa luas pemaknaan maa’ (air) dibanding jika Rasul menjawabnya dengan menyebut nama kota. Maa’  bisa berarti air, bisa berarti nama kota yang terkenal banyak air (Irak), atau Maa’ bisa berarti air kehidupan, sebab Rasulullah adalah manusia yang tercipta dari air laki-laki dan wanita.&lt;br /&gt;Saya jadi teringat lagi kepada Diogenes seorang tokoh dari kaum sinis dan stoik yang hidup di dalam tong bersama sebuah tongkat dan sepotong roti,  pada suatu hari saat ia sedang berjemur sinar matahari saat Alexander Agung datang mengunjunginya dan bertanya kepadanya tentang apa-apa yang diperlukannya, ia menjawab, ”Bergeserlah sedikit, Anda menghalangi sinar matahari”. Haha. Kebahagiaan begitu sulit dicuri darinya, bukan? Sebagaimana sulitnya mencuri kebahagiaan milik Ibn Taimiyah yang ketika ia dipenjara ia berkata, ”Apa yang bisa raja-raja diambil dariku? Sesungguhnya tamanku ada di dalam hatiku”&lt;br /&gt;Demikianlah kita, disebabkan kedangkalan kita terhadap makna-makna, kita sering memberikan tafsir secara harafiah, profan dan meringkus potensi positif kita sendiri. Boleh jadi, pandangan untuk mencapai kondisi jiwa yang sehat ala para psikolog timur ada benarnya, &lt;em&gt;”Bersikaplah netral terhadap apa saja yang muncul dan hilanglah dalam arus kesadaran”&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;*Untuk NN di Lembang. &lt;em&gt;Kumaha, damang?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;*Pencinta kata-kata, Mahasiswa sekolah pascasarjana program Studi Psikologi UGM&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3448178888411514626-4407513385754340975?l=izzatuljannahku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://izzatuljannahku.blogspot.com/feeds/4407513385754340975/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3448178888411514626&amp;postID=4407513385754340975&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3448178888411514626/posts/default/4407513385754340975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3448178888411514626/posts/default/4407513385754340975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://izzatuljannahku.blogspot.com/2007/10/meaning.html' title='Meaning'/><author><name>IZZATUL JANNAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03327959712984494778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i213.photobucket.com/albums/cc20/intan_savitri/aku.png'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3448178888411514626.post-2641364341083404625</id><published>2007-10-25T22:11:00.000-07:00</published><updated>2007-10-25T22:15:50.879-07:00</updated><title type='text'>BOOKOGRAFI</title><content type='html'>&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:130%;"&gt;Bookografi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;P&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;enelitian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Hubungan Antara Latar Belakang Ekonomi Persepsi dan Motivasi Calon Transmigran Daerah Asal dengan Kesediaan Bertransmigrasi Studi Kasus Kabupaten Karanganyar (Skripsi, 1996)&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#00cccc;"&gt;Fiksi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;Apa Kabar Cinta?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; (Era Intermedia Solo, 2001) Novel &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;Best Seller&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Setitik Kabut Selaksa Cinta (Era Intermedia Solo, 2001) Novel&lt;br /&gt;Padang Seribu Malaikat (Era Intermedia Solo, 2002) Novel&lt;br /&gt;Festival Syahadah (Era Intermedia Solo, 2002) Novel&lt;br /&gt;Gadis Dalam Kaca (D&amp;amp;D Publishing Solo, 2003) Novel&lt;br /&gt;Setangkai Puisi Cinta (D&amp;amp;D Publishing Solo, 2003) Novel&lt;br /&gt;Menara Langit (DAR! Mizan Bandung, 2003) Novel&lt;br /&gt;Denting Bintang-Bintang (DAR! Mizan Bandung, 2004) Novel&lt;br /&gt;Runaway Blues (DAR! Mizan Bandung, 2004) Novel&lt;br /&gt;Tarian Bidadari (Pena Jakarta, 2005) Novellet&lt;br /&gt;Edelweiss (Fatahillah Bina Al Fikri Jakarta, 2005) Novel&lt;br /&gt;Cahaya di atas Cahaya (Asy-Syaamil Bandung, 2000) Kumpulan Cerpen&lt;br /&gt;Berjuta Hidayah (Asy-Syaamil Bandung,2000) Kumpulan Cerpen&lt;br /&gt;Gadis di Ujung Sajadah (Fatahillah Bina Al-Fikri Jakarta, 2002) Kumpulan Cerpen&lt;br /&gt;Perempuan Suamiku (Asy-Syaamil, Bandung) 2003&lt;br /&gt;Hingga Batu Bicara (Bersama Helvy Tiana Rosa, Maimon Herawati, Asy-Syaamil, 1999) antologi cerpen bersama&lt;br /&gt;Cermin dan Malam Ganjil (FBA Press, 2002) antologi cerpen bersama&lt;br /&gt; Luka Tlah Menyapa Cinta (FBA Press, 2002) antologi cerpen bersama&lt;br /&gt;Bulan Kertas (FBA Press, 2003) antologi cerpen bersama&lt;br /&gt;17 Tahun (FBA Press, 2005) antologi cerpen bersama&lt;br /&gt;Perempuan Bermata Lembut (FBA Press, 2005) antologi cerpen bersama&lt;br /&gt;Non Fiksi&lt;br /&gt;10 seri pengembangan pribadi remaja: diterbitkan Era Intermedia, 2002&lt;br /&gt;a.       &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;Kado buat Sahabat&lt;br /&gt;b.      Every Day is ”PD” Day : Best Seller&lt;br /&gt;c.       How to be a Winner&lt;br /&gt;d.      Easy Going No Way&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;e.       Nge-gank sama Mami Papi&lt;br /&gt;f.        Be new You!&lt;br /&gt;g.       Bincang-bincang Ramalan Bintang&lt;br /&gt;h.       Histeria Sang Idola&lt;br /&gt;i.         Selamat Datang di Kerajaan Cinta&lt;br /&gt;j.        Nih Dia, Zona Pembelajar&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;Diary Pengantin, Asy-Syaamil, 2003 Best Seller&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Karena Cinta Harus Diupayakan, Asy-Syaamil 2004&lt;br /&gt;Mengeja Cinta dalam Nama-Nya, Asy-Syaamil 2005&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Buku Anak:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;a.       Serial Khalid, Era Intermedia, 2003&lt;br /&gt;b.      Farah dan Kursi Ajaib, D&amp;amp;D Publishing&lt;br /&gt;c.       Puisi Hening, PT. Tiga Serangkai, 2006&lt;br /&gt;d.      Lukisan Terindah, PT. Tiga Serangkai, 2006&lt;br /&gt;e.       Binder Istimewa, PT. Tiga Serangkai, 2006&lt;br /&gt;Be a Super Star, pandungan remaja untuk sukses D&amp;amp;D Publishing,2005&lt;br /&gt;Remaja Gila Baca, panduan remaja suka membaca FBA Press, 2006&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3448178888411514626-2641364341083404625?l=izzatuljannahku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://izzatuljannahku.blogspot.com/feeds/2641364341083404625/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3448178888411514626&amp;postID=2641364341083404625&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3448178888411514626/posts/default/2641364341083404625'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3448178888411514626/posts/default/2641364341083404625'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://izzatuljannahku.blogspot.com/2007/10/bookografi.html' title='BOOKOGRAFI'/><author><name>IZZATUL JANNAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03327959712984494778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i213.photobucket.com/albums/cc20/intan_savitri/aku.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3448178888411514626.post-2290150020482542912</id><published>2007-10-25T21:51:00.000-07:00</published><updated>2007-10-25T21:58:50.890-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='anakku'/><title type='text'>anakku sahabatku</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;color:#cc33cc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;ANAKKU SAHABATKU&lt;br /&gt;Izzatul Jannah&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Apakah menjadi orangtua itu mudah?&lt;br /&gt;Apakah menjadi anak itu mudah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata tidak. Sebab menjadi anak dan orangtua sama-sama amanah dari Allah SWT. Masing-masing memiliki tugas, tanggungjawab dan hak masing-masing yang perlu dipelajari melalui diskusi serta coba dan salah.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tradisi Keluarga&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Saya dan  suami memiliki latar belakang keluarga yang berbeda. Saya dibesarkan oleh tradisi keluarga yang ekspresif (baik secara positif maupun negative), hangat, terbuka dan cenderung demokratis, tetapi individual, sedangkan keluarga suami saya dibesarkan dalam tradisi keluarga yang kurang ekspresif, kurang hangat, cenderung otokratis, tetapi lebih sosial (keluarga besar yang menampung banyak saudara: keluarga batih). Hal ini tentunya menyebabkan kami terlebih dahulu harus menetapkan tradisi keluarga seperti apa yang akan kami kembangkan bagi keluarga kami sendiri. Akhirnya, setelah hampir 9 tahun menjadi orang tua, kami mulai memasuki perkembangan yang cukup mantap dalam mengembangkan tradisi keluarga.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff9966;"&gt;Mengikuti sunnah Rasul dalam mendidik Anak&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pola asuh yang ideal adalah mengikuti perkembangan anak sebagaimana yang dinasihatkan oleh sayyidina Ali.ra. Ajaklah anakmu bermain ketika berusia 0-7 tahun, berilah aturan dan didiklah ketika berusia 7-14 tahun dan jadilah teman bagi mereka ketika mereka berusia 14-21 tahun. Fase perkembangan ala sayidina Ali ini rupanya sangat sederhana, mudah diikuti dan tepat. Rasulullah SAW pernah pada suatu hari menggendong balita dari seorang ibu, kemudian balita itu buang air kecil, sang ibu lalu merenggutnya dengan kasar dari gendongan Rasul, lalu apa yang dikatakan Rasul? “Wahai ibu, air seni ini bisa hilang dengan disiram air, tetapi renggutan kasarmu akan membekas selamanya, pada anakmu.” Menurut Anda, apa yang sedang dikembangkan Rasulullah ketika berinteraksi dengan kanak-kanak? Ya! Memberi rasa aman dan kasih-sayang. Lalu ketika Rasulullah berinteraksi dengan praremaja, seorang anak sedang makan bersama orang dewasa yang lain, lalu tangannya menjulur kemana-mana hendak menjangkau makanan, Rasul bersabda: wahai anak, makanlah dengan tangan kananmu dan ambilah yang dekat. Rasulullah sedang menetapkan aturan dan batasan kepada anak-anak. Ketika ada seorang remaja meminta izin pada Rasulullh untuk berzina, Rasul bersada: Apakah engkau suka jika apa yang ingin kau lakukan itu menimpa ibumu? Saudara perempuanmu? Bibimu?. Rasulullah membangun dialog dan mengajak berpikir ketika anak-anak telah beranjak dewasa. &lt;br /&gt; &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;Mendoakannya Setiap Waktu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Saya yakin diantara kita pasti memiliki kebiasaan untuk mendoakan anak dan keluarga, tetapi banyakkah diantara kita yang memiliki kebiasaan mendoakan anak secara terbuka, terang-terangan dihadapan anak?&lt;br /&gt;Tahukah Anda, doa adalah komunikasi paling efektif dan mesra yang bisa kita berikan pada anak-anak kita.&lt;br /&gt;Menghargai dan Mencintai mereka apapun kualitas dan apa yang ada dalam dirinya&lt;br /&gt;Individual differences adalah hal penting yang saya pelajari dalam psikologi. Manusia sebagai makluk berpikir, rasional dan berorientasi ke depan, pastilah memiliki potensi yang tidak tunggal. Masing-masing anak memiliki kecerdasan yang berbeda-beda, memiliki perilaku dan cara merespon lingkungn yang berbeda-beda. Oleh sebab itu, hargai dan berilah motivasi hal-hal positif pada anak Anda apapun potensi itu. Sudahkah Anda mengenal potensi masing-masing anak Anda? Sudahkan Anda menyebut-nyebut bahwa mereka memiliki potensi itu dihadapan mereka sebagai sebuah penguatan?&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff9966;"&gt;Menjadi Model bagi Anak-anak Anda&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;Modeling adalah sebuah cara paling efektif dalam pendidikan. Karena anak lebih mudah belajar dengan meniru daripada yang lain. Jadi, pertanyaannya? Sudahkah Anda menjadi model yang baik bagi anak-anak anda?&lt;br /&gt;Memilihkan teman dan lingkungan terbaik baginya.&lt;br /&gt;Karena model berikutnya setelah Ibu dan kemudian orang tua adalah lingkungan, maka kita pun wajib untuk mencarikn lingkungan terbaik bagi tumbuh kembang anak-anak kita. Carilah sekolah yang tidak akan berbeda jauh dalam mengembangkan hal-hal positif anak-anak kita. Memiliki tradisi keIslaman yang dekat dengan tradisi keIslaman yang dikembangkan dalam keluarga.&lt;br /&gt;Wallahu ‘alam bishshawwab&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3448178888411514626-2290150020482542912?l=izzatuljannahku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://izzatuljannahku.blogspot.com/feeds/2290150020482542912/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3448178888411514626&amp;postID=2290150020482542912&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3448178888411514626/posts/default/2290150020482542912'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3448178888411514626/posts/default/2290150020482542912'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://izzatuljannahku.blogspot.com/2007/10/anakku-sahabatku.html' title='anakku sahabatku'/><author><name>IZZATUL JANNAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03327959712984494778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i213.photobucket.com/albums/cc20/intan_savitri/aku.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
